Menu Home

Good dan Bad Contact Center; Yang Manakah Anda?

call center

Apa lingkup pekerjaan contact center? Apakah mereka hanya duduk diam di depan meja sambil menunggu telepon berdering? Ya, pekerjaan tersebut memang harus dilakukan oleh contact center. 

Lebih tepatnya, mereka menangani seluruh keluhan yang masuk ke semua kontak layanan perusahaan. Baik itu keluhan via telepon maupun sosial media. Pada dasarnya, contact center sebuah perusahaan dituntut harus bekerja seefisien mungkin, menghasilkan, dan menjamin kepuasan konsumen. 

Petugas contact center perusahaan harus terus menerus belajar untuk dapat menangani keluhan pelanggan. Setidaknya pembelajaran tersebut menjadi bekal agar mereka mampu menguasai diri dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Meskipun demikian, bad contact center tetap saja bisa ditemukan di lingkungan pelayanan perusahaan. 

Apa yang menyebabkan munculnya perbedaan “good” dan “bad” contact center? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Good Contact Center

Petugas contact center yang baik selalu mengerti tujuan mereka berdiri di balik alat komunikasi yang dibekali oleh perusahaan. Mereka secara baik memahami dan mempraktikkan hal-hal berikut ini dalam menjawab semua permasalahan kustomer.

  • Fokus terhadap tujuan perusahaan.
  • merespon seluruh keluhan yang datang dengan cepat. Baik itu melalui telepon, emails, media sosial, dan lainnya.
  • Menjunjung tinggi nilai moral sebagai karyawan.
  • Memastikan kepuasan pelanggan sebagai salah satu skor indikator layanan.
  • Memiliki proses yang baik dalam mengumpulkan dan mempresentasikan data.
  • Efisien; menjawab keluhan dengan cepat dan tepat.
  • Memperbaiki proses secara berkelanjutan demi mendapatkan keuntungan yang konstan dalam pelayanan, pendapatan, dan efisiensi.

 

Bad Contact Center

Sebenarnya, tidak ada petugas contact center yang buruk. Hanya saja mereka melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan SOP contact center yang berlaku. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Enggan merespon dengan menunda panggilan pelanggan.
  • Sering mengoper pekerjaan kepada petugas contact center yang lain.
  • Sering meninggalkan pekerjaan dalam waktu yang cukup lama.
  • Tidak memiliki moral yang baik dan selalu beretika buruk.

Bagaimana Seharusnya?

Setiap petugas contact center pasti selalu berusaha memberikan yang terbaik. Namun, good and bad contact center bukanlah acuan untuk membandingkan kinerja. Hal demikian diidentifikasi agar petugas contact center selalu berbenah diri dengan terus memberikan yang terbaik. Inilah yang menjadi salah satu dasar Jasnita Telekomindo untuk terus memberikan pelayanan terbaik. 

Jasnita Telekomindo selalu membekali agent contact center mereka dengan pelatihan secara berkala untuk menjaga konsistensi good contact center. 

 

Categories: contact center Uncategorized

Tagged as:

JASCLOUD